Veronica Koman Jadi Tersangka Provokasi Papua

Veronica Koman Jadi Tersangka Provokasi Papua

Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda) kembali menyebut satu tersangka terkait insiden yang terjadi di Asrama Pelajar Papua (AMP), Jalan Kalasan, Surabaya. Kali ini para penyelidik menetapkan Veronica Koman jadi tersangka provokasi Papua karena melakukan provokasi melalui media sosial.

Veronica ditetapkan sebagai tersangka, yang berarti sudah ada tiga tersangka yang ditetapkan oleh penyidik ‚Äč‚ÄčKepolisian Daerah Jawa Timur mengenai insiden tersebut di Asrama Pelajar Papua. Pertama, Tri Susanti karena diduga menyebarkan penipuan.

Kedua adalah Samsul Arifin yang dicurigai rasisme. Untuk para tersangka Samsul Arifin dan Tri Susanti telah ditahan di Kepolisian Daerah Jawa Timur sejak kemarin, setelah menjalani penyelidikan. Investigator terus mengembangkan kasus ini

Kepala Inspektur Jenderal Kepolisian Daerah Jawa Timur Luki Hermawan menjelaskan, sesuai dengan apa yang dia katakan sebelumnya bahwa ada perkembangan dalam penyelidikan terkait dengan insiden di asrama 998bet siswa Papua. Dimana hasil judul tadi malam dengan bukti awal yang cukup, telah ada perkembangan.

“Apa yang awalnya kami jadikan sebagai saksi, ada seseorang yang saya sebutkan VK kami sudah mengirim dua surat panggilan sebagai saksi kepada tersangka Tri Susanti, ternyata orang yang bersangkutan tidak hadir,” jelas Luki kepada wartawan, Rabu (4/9/2019).

Setelah diperdalam, lanjut Luki, dari media, ponsel, dan keluhan publik, ternyata VK adalah salah satu orang yang sangat aktif dalam memberikan provokasi di dalam dan luar negeri untuk menyebarkan kebohongan dan provokasi. Hingga akhirnya Veronica Koman jadi tersangka provokasi Papua dan akan ditindak lanjutin.

“VK ini sangat aktif dari bukti dan saksi yang ada 6 orang, yang terdiri dari 3 saksi dan 3 ahli. Akhirnya ditetapkan sebagai tersangka atas nama VK,” kata Luki.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *