Embrio Badak Langka Berhasil Diciptakan Ilmuwan

embrio badak langka berhasil diciptakan ilmuwan

Para ilmuwan sudah sukses menghasilkan 2 embrio yang berasal dari badak putih utara. Perihal ini dicoba dalam upaya menyelamatkan hewan sangat jarang ini dari kepunahan. Semacam dikenal, dikala ini cuma tersisa 2 badak putih utara di dunia. Badak tersebut bernama Fatu serta Najin. Pada akhirnya embrio badak langka berhasil diciptakan ilmuwan sekarang.

Kedua badak ini betina serta saat ini tinggal di Ol Pejeta Conservancy, Kenya. Si pejantan bernama Sudan sudah mati tahun kemudian. Kematian Sudan juga memunculkan banyak kekhawatiran kalau subspesies ini nyaris punah sebab si betina jadi tidak dapat memiliki.

Tetapi, belum lama ini para ilmuwan sukses menciptakan secerca harapan baru. Mereka mengaku sukses membuahi embrio in- vitro yang dikumpulkan dari kedua badak putih utara yang tersisa. Para ilmuwan mengumpulkan telur dari indung telur salah satu badak betina.

Embrio diciptakan dengan telur yang diekstraksi dari Fatu serta Najin oleh para ilmuwan internasional bulan kemudian, sedangkan mani beku berasal dari badak jantan yang sudah mati. 2 embrio sukses hidup, serta saat ini ditaruh dalam nitrogen cair, menunggu buat ditransfer dalam waktu dekat.

Embrio cumalah salah satu bagian dari ekspedisi panjang buat menghentikan kepunahan badak putih utara. Najin serta Fatu tidak bisa melaksanakan kehamilan sendiri, sehingga embrio mungkin hendak dipindahkan ke badak putih betina selatan yang hendak bertugas bagaikan penggantinya.

” 5 tahun kemudian kayaknya penciptaan embrio badak putih utara nyaris tidak bisa asialive88 dicapai serta hari ini kita memilikinya,” kata Jan Stejskal dari Kebun Fauna Dvr Králové, tempat kelahiran Najin serta Fatu.

Tadinya, Ol Pejeta Conservancy memperoleh badak putih utara yang terdiri dari 2 jantan serta 2 betina pada 2009 silam dari kebun fauna di Republik Ceko. Kini embrio badak langka berhasil diciptakan ilmuwan yang mencoba untuk melestarikannya. Kedua badak putih jantan utara mati, serta meninggalkan nasib subspesies mereka pada badak betina.

Sudan yang ialah pejantan terakhir wafat sebab karena alamiah pada Maret 2018 serta seekor pejantan yang lain sudah wafat pada 2014. Mani dari kedua jantan itu dibekukan secara kriogenik dengan harapan kalau teknologi hendak tumbuh buat memakainya dalam reproduksi.

Sebagaimana dikutip Fbo303, Jumat( 13/ 9/ 2019) bertahun- tahun setelah itu, perihal itu kesimpulannya terjalin. Telur yang dipanen diterbangkan dari Kenya mengarah Italia. Di sanalah para ilmuwan dari laboratorium Avantea membuahi telur secara in vitro dengan mani dari jantan yang wafat.

Nasib para Badak yang terancam punah ini diakibatkan sebab target para pemburu liar. Perihal ini didorong oleh keyakinan di Asia kalau tanduk mereka sanggup mengobati bermacam penyakit. Para pakar berkata cula badak dapat lebih menguntungkan daripada obat- obatan.

Dengan cuma 2 badak yang tersisa di segala dunia, saat ini para ilmuwan berlomba melawan waktu buat berupaya mempertahankan spesies badak putih utara. Badak gelap barat dinyatakan punah bertahun- tahun kemudian bagaikan hasil perburuan liar.

Bagi kelompok konservasi Save the Rhino, Kelima spesies badak yang tersisa di segala dunia seluruhnya dikira terancam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *