Pamerkan Destinasi Wisata ke Pebisnis Inggris

Pamerkan Destinasi Wisata ke Pebisnis Inggris

Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) memiliki potensi investasi di dua destinasi baru merupakan zona ekonomi khusus Tanjung Lesung dan Danau Toba pengusaha di Inggris. Rencana pamerkan destinasi wisata ke pebisnis Inggris akhirnya berjalan baik.

Sebuah siaran pers yang diterima di Jakarta, Rabu ke BKPM kantor perwakilannya di London, mengatakan bahwa dua tujuan baru dimasukkan ke dalam forum bisnis yang diselenggarakan atas kerja sama Kedutaan Besar Republik Indonesia di London dan juga Kementerian pariwisata Selasa (2017/11/07).

Kantor Perwakilan BKPM direktur di London, Nurul Ichwan menjelaskan dua proyek pariwisata diperkenalkan karena dianggap siap menerima investor potensial.

“Dilihat dari berbagai aspek, pariwisata proyek KEK Tanjung Lesung dan Danau Toba siap ditawarkan kepada investor di Inggris. Namun, bukan berarti delapan proyek lainnya dari 10 tujuan Bali Tourism New, belum siap untuk mengeksplorasi, “kata Nurul Ichwan.

Dia menjelaskan: “Di masa depan, tentu saja, kami siap untuk kembali bekerja pada saat yang sama memfasilitasi pertemuan Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah terkait, dan kementerian teknis lainnya Bali 10 proyek baru dengan investor potensial Inggris atau negara-negara Eropa lainnya. ”

Pada forum bisnis yang dihadiri oleh 50 bisnis Inggris yang bergerak di sektor pariwisata dan memanfaatkan peluang-peluang dari sesi pertanyaan untuk acara untuk belajar lebih mendalam tentang Tanjung Lesung dan Danau Toba.

Direktur UKABC Eksekutif Ross Hunter mengantri untuk menjadi moderator pada kesempatan ini mengatakan bahwa potensi wisata Indonesia sangat besar dan pengusaha UK begitu bersemangat untuk bekerja sama dengan pemerintah Indonesia dan komunitas bisnis negara.

Juga hadir dan bertindak sebagai pembicara pada acara kali ini adalah kepala Otoritas Danau Toba, Arie Prasetyo, penasihat proyek Pariwisata Tanjung Lesung KEK, Tuhan Simon, kepala kantor Uni Eropa EIBN BKPM Nurmala Martin, kepala Departemen Divisi investasi Pariwisata Henky Manurung dan kepala editor Oxford Business Group Oliver Cornock.

Acara dibuka oleh koordinator Fungsi kedutaan Ekonomi di London Vitto Tahar.

11 persen pada tahun 2016, sektor pariwisata menyumbang 11 persen terhadap PDB dengan kedatangan 10 juta bolapelangi wisatawan asing yang juga menghasilkan pertukaran mata uang senilai 12,8 miliar. Dengan pamerkan destinasi wisata ke pebisnis Inggris akan sangat untungkan Indonesia. Pariwisata juga mampu menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 11 juta orang, dan menempatkan Indonesia pada 50 atas Travel Forum Ekonomi Dunia (WEF) Indeks dan Daya Saing Pariwisata.

Sementara itu, dari data internal BKPM, selama periode 2011-2016, investasi di Inggris perusahaan khususnya untuk berinvestasi di industri hotel dan jenis usaha hanya restoran bisa membuat lebih dari 4.000 pekerjaan di 83 proyek dengan nilai investasi sekitar 36 juta dolar AS. Sebagai catatan, dua jenis perusahaan masuk dalam kategori pariwisata.

Jumlah wisatawan dari Inggris yang mengunjungi negara itu dapat cukup tinggi dibandingkan dengan wisatawan dari negara-negara Eropa.

2016, data dari Departemen Pariwisata menunjukkan bahwa ada sekitar 328 000 wisatawan mengunjungi Inggris datang di Indonesia, sementara Perancis datang kedua dengan sekitar 250 ribu kunjungan, dan Jerman ketiga dengan sekitar 231.000 kunjungan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *